9 (Sembilan) Trend Bisnis di Asia
Dalam tahun-tahun ini, masalah-masalah dalam tata kehidupan masyarakat berubah drastis sebagai akibat dan konsekuensi pembaharuan.
Masalah- masalah itu bermula dari kecenderungan di segala aspek kehidupan, termasuk di dalam dunia bisnis. Di Asia, perkembangan itu akan mendesakan kebutuhan-kebutuhan baru. Dan para entrepreneur perlu mendeteksi sedini mungkin kecenderungan tersebut.
Pembangunan yang terjadi di kawasan Asia telah mengakibatkan berbagai perubahan pada tata hidup masyarakat secara keseluruhan yang cepat atau lambat berdampak terhadap dunia bisnis.
Kecenderungan bisnis di Asia
Kecenderungan-kecenderungan dalam dunia bisnis di Asia tampak sebagai berikut:
1. Perkembangan teknologi amat cepat dan berkesinambungan akibat penerapan teknologi, investasi pada riset & pengembangan.
2. Meningkatnya standart kehidupan, mendorong tingkat harapan masyarakat. Mereka makin sadar akan hidup yang baik & sejahtera. Tingkat harapan ini dirangsang oleh dan pengaruh pendidikan yang semakin baik dan oleh iklan produk yang semakin atraktif.
3. Mobilitas social dikalangan masyarakat yang semakin tinggi mengakibatkan semakin lemahnya komitmen pegawai pada perusahaan. Sedikit banyak adalah pengaruh erosi terhadap nilai-nilai tradisional seperti kesetiaan, pengabdian, setia kawan dsb.
4. Semakin meningkatnya keterlibatan negara pada sector swasta. Gejala ini muncul karena aspirasi yang kuat pada masyarakat agar negara lebih berperan dalam meningkatkan taraf hidup masyarakatnya.
5. Masyarakat dinegara berkembang menuntut agar perusahaan swasta tidak mendasarkan kebijakannya semata-mata demi keuntungannya saja, tetapi agar lebih mempertimbangkan kesejahteraan masyarakat luas.
6. Meningkatnya ketergantungan antar negara membuat orang semakin sadar bahwa peristiwa yang terjadi dinegara lain sangat berpengaruh bagi situasi di negaranya, sehingga timbul usaha spesialisasi teritorial.
7. Kapasitas perusahaan akan menjadi lebih besar dengan semakin meningkatnya perkembangan ekonomi.
8. Beberapa perusahaan domestic mulai melakukan ekspansi bisnis hingga melewati batas-batas negaranya.
9. Kompetisi bisnis akan semakin ketat karena makin sempitnya kesempatan untuk meraih keuntungan.
Program antisipasi
Melihat kecenderungan seperti itu, jelas perusahaan harus mempunyai strategi tertentu, khususnya pengusaha untuk dapat menanggapi perubahan yang terjadi dengan cara yang cerdik.
Yang pasti perubahan –perubahan cepat yang terjadi dalam sector ekonomi, social, politik dan teknologi akan menyebabkan pengambilan keputusan di dunia bisnis menjadi semakin kompleks dan majemuk.
Oleh karena itu perusahaan-perusahaan yang tetap mempertahankan konsep-konsep dan teknik lama tidak akan dapat bersaing secara efektif.Bidang manajemen perlu menyesuaikan teknik-teknik pendekatan yang baru dan memperlengkapi para manajer/pegawai dengan keahlian-keahlian baru. Kenyataan di atas akan membawa kita pada konsekuensi yang lebih khas.
1. Para manajer yang sangat terlatih dan cukup pengalaman harus dapat mengatasi kemajemukan dan perubahan yang sangan cepat. Perusahaan yang progresif akan memilih manajer yang mampu berpikir cepat dan cekatan, sehingga mampu mengikuti sifat dan arah perusahaan yang terjadi.
Posisi top manajemen tidak lagi diutamakan bagi para senior, kecuali orang tersebut memenuhi criteria tertentu. Cara berpikir yang luas dan fleksible, perspektif kesejarahan dan kemampuan melakukan analisa, tanpa terpaku pada metode, teori dan prosedur yang ada.
2. Program training yang efektif dan integrated bagi tingkat manajer maupun pelaksana, sangat dibutuhkan untuk mengadakan restrukturisasi jabatan yang memungkinkan terpenuhinya kebutuhan akan ‘self fulfillment’.
Suatu perusahaan tidak lagi dapat menghindar dari kebutuhannya akan training, karena terjadi pergantian metode dan perangkat operasi. Prosedur akunting yang lama harus mengalami perubahan dengan memakai system computer.
Dengan meningkatnya pendapatan, para pegawai tidak lagi cukup hanya dimotivasi dengan uang atau gaji semata-mata. Mereka menuntut untuk lebih terlibat dalam proses pengambilan keputusan, ingin lebih aktif diikutsertakan dalam posisi dan peran yang dimainkan.
Para pegawai semakin sadar akan pentingnya aktualisasi diri. Mereka cenderung akan lebih loyal pada diri sendiri dibanding dengan perusahaan tempat mereka bekerja. Sehingga para manajer perlu mengubah cara pendekatan guna lebih melibatkan pegawai pada pekerjaannya.
Perlu diciptakan suasana kerja dimana bawahan dapat merasakan hubungan yang berarti antara hidup dengan pekerjaannya. Cara yang diusulkan adalah restrukturisasi jabatan dengan memasukkan faktor kebutuhan akan ‘self fulfillment dan job enrichment’. Juga diusahakan untuk selalu memadukan tujuan training, baik dengan sasaran perusahaan maupun tujuan individu.
3. Restrukturisasi organisasi perusahaan juga diperlukan untuk pengambilan keputusan yang tidak terpusat. Di masa yang akan datang, suatu perusahaan diramalkan mengalami perubahan yang pesat baik dalam ukuran, sumber keuangan, jumlah tenaga kerja maupun dalam hal diversifikasi produksi.
Hal ini sesuai dengan kemungkinan perusahaan untuk melakukan ekspansi bisnis melewati batas-batas nasionalnya. Dengan perkembangan tersebut struktur pengambilan keputusan perlu lebih desentralisasi. Sehingga memungkinkan para manajer menengah memusatkan perhatian pada segmen pasar tertentu.
Dan para top eksekutif melakukan koordinasi atas jalannya perusahaan secara keseluruhan. Setiap persoalan yang muncul di lapangan cukup ditanggapi oleh sub unit yang memiliki wewenang tanpa melibatkan seluruh eselon pimpinan perusahaan.
Ada gejala meningkatnya aplikasi system temporer untuk memecahkan masalah rumit jangka pendek. Untuk menghadapi hal semacam ini dibentuk sebuah grup ahli dari berbagai divisi. Setelah masalah itu selesai, kelompok dibubarkan dan kembali ke bagian masing-masing.
4. Program riset yang mencakup wilayah luas untuk mendukung kebutuhan data pengambilan keputusan yang akurat, teknis kuantitatif dan simultan semakin dibutuhkan. Karena organisasi menghadapi kenyataan bahwa fakta dan data itu cepat usang, semakin kompleks, dan sarat dengan variable. Sehingga hal itu perlu diperbarui untuk operasi perusahaan. Tidak saja mengenai informasi pasar, tetapi juga peraturan pemerintah, motivasi karyawan dan lain-lain.
5. Dengan meluasnya kawasan operasi dan struktur pengambilan keputusan yang desentralisasi, koordinasi yang baik sangat penting. Ini menuntut sarana informasi yang canggih. Sistem komputerisasi dapat menjadi substitute operasi rutin, sehingga manajer lebih banyak memiliki waktu luang untuk tugas yang menuntut kerja pikiran.
6. Para pengusaha dituntut untuk mengelola perusahaan dengan pertimbangan yang lebih luas, termasuk kepentingan seluruh masyarakat. Kebutuhan social masyarakat ini adalah kewajiban social sebagai warganegara. Sehingga tujuan perusahaan harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat lingkungannya. Karena mereka semakin sadar akan kualitas hidup yang lebih baik. Siapkah anda menghadapi tantangan ini ?
(ditulis dalam rubrik Tips & Trik Bisnis, Koran Pikiran Rakyat edisi Senin, 17 Desember 2007.)
Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.


Comments
No comments yet.
Leave a comment