Berkarir di bidang Marketing?
Didalam perusahaan ada tiga tipe manusia dalam bekerja. Ketiga tipe tersebut berbeda dalam motivasi dan cara mencapai tujuan.
Tipe pertama adalah manusia yang bekerja untuk sekedar hidup, kedua manusia yang bekerja untuk satu hal yaitu uang.
Mereka hanya berpikir bagaimana cara mendapatkan uang dalam waktu yang sesingkat mungkin dan sebanyak mungkin.
Dan tipe ketiga adalah manusia yang bekerja bertujuan untuk merintis karir. Mereka percaya, bila karirnya baik, maka uang akan datang dengan sendirinya. Manusia tipe pertama adalah manusia yang tidak memikirkan hari depan. Mereka pesimis akan kehidupannya. Bagi mereka, apabila hari ini telah dapat makan dan memiliki tempat berteduh sudahlah cukup. Dan esok hari adalah masalah esok, untuk itu cukup dipikirkan nanti saja.
Sedang manusia tipe kedua adalah manusia yang selalu berusaha agar hari esok lebih baik dari kehidupannya hari ini. Oleh sebab itu, hari ini mereka bekerja sekeras mungkin agar dapat memperoleh uang sebanyak-banyaknya. Ambisi mereka sangat kuat sekali, terutama bila yang dikejar berhubungan dengan uang.
Oleh sebab itu banyak diantara mereka yang menolak bila perusahaan ingin menaikkan jabatannya. Mereka berpikir bila jabatannya naik menjadi supervisor maka penghasilannya akan menurun. Oleh sebab itu pimpinan perusahaan tidak perlu heran bila menghadapi kasus seperti ini.
Lalu bagaimana dengan manusia tipe ketiga? Manusia tipe ketiga, juga manusia yang berusaha agar kehidupannya semakin hari semakin baik. Tetapi untuk dapat hidup lebih baik , mereka mengejarnya melalui karir.
Mereka percaya bahwa apabila karirnya baik, maka dengan sendirinya, penghasilan dan fasilitas perusahaan yang diterimanya juga akan lebih baik.
Tipe kedua dan tipe ketiga mempunyai persamaan. Yaitu mereka sama-sama memiliki ambisi yang kuat untuk memperoleh uang sebanyak mungkin, agar kehidupannya semakin hari semakin baik. Motivasi mereka juga sama.
Namun perbedaannya adalah tipe kedua targetnya hanya jangka pendek. Tidak mempunyai rencana jangka panjang dan tidak perduli dengan status.
Sedang tipe ketiga adalah manusia yang peduli dengan status serta memiliki rencana dan target jangka panjang. Bagi manusia tipe ketiga yang dipentingkan adalah karir dalam kehidupannya untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik dihari depannya, harus benar-benar memahami dan mengetahui langkah-langkah yang perlu diambil untuk mewujudkan cita-citanya.
Karena bila salah menentukan langkah-langkah kedepan dan terlambat menyadari kekeliruannya akan sulit diperbaiki atau sulit kembali keawalnya.
Manusia tipe kedua sebenarnya baik sekali kalau pada akhirnya mereka bisa berwiraswasta, tetapi kalau mereka tidak ingin berwiraswasta sebaiknya menempuh jalan seperti yang dilakukan oleh manusia tipe ketiga.
Artinya berani berkorban beberapa saat untuk mendapat penghasilan yang agak menurun. Karena bila perusahaan sudah mengangkatnya menjadi supervisor berarti perusahaan juga mempersiapkan untuk mengangkat menjadi manajer bila prestasinya baik.
Pada saat inilah penghasilan akan menjadi lebih baik dari pada waktu menjadi salesman.
Untuk dapat sukses dalam berkarir kita harus mengetahui dahulu apa yang dimaksud dengan karir? Secara sederhana dapat dikatakan . Karir adalah sesuatu yang dapat dicapai melalui sasaran dan target sesuai bidang pekerjaan yang dipilih dalam suatu perusahaan.
Dengan kata lain karir harus menjadi sesuatu yang mendorong motivasi.
Langkah-langkah sukses berkarir.1. Tujuan, melalui pengenalan diri. 2. Bidang yang diminati 3. Target 4. Pengembangan diri 5. Hubungan dengan manusia lainnya.
Langkah pertama adalah langkah yang sangat menentukan sekali . Menentukan tujuan bekerja harus benar-benar tepat, agar kita berada pada bidang yang benar dan dapat diandalkan sebagai The Right Man On The Right Place.
Ada dua pilihan yaitu berwira swasta atau bekerja diperusahaan. Kedua-duanya mempunyai keuntungan dan kerugiannya masing-masing.
Dan untuk menentukan pilihan kita harus benar-benar memahami diri sendiri. Setiap orang memang ingin dapat berwiraswasta, tetapi tidak semua orang sanggup melakukannya.
Oleh sebab itu katakanlah tujuan dalam bekerja adalah berkarir dalam perusahaan. Kemudian baru menentukan bidang apa yang akan dipilih dalam perusahaan. Untuk mengetahui bidang yang akan digeluti , kita harus melihat bakat dan kemampuan yang ada pada diri kita.
Untuk itu kita perlu menganalisa masa lalu kita. Apakah kita senang bergaul dan dan senang bergaul dan senang mencari kenalan baru atau lebih senang bermain sendiri dan tinggal dirumah.
Dan masih banyak lagi hal-hal lain yang dapat kita lakukan untuk mengetahui diri sendiri. Apabila kita menghadapi kesulitan dapat juga berkonsultasi pada psikolog untuk dapat di test minat dan bakat kita.
Apabila bidang yang akan digeluti adalah marketing maka perlu dipih kembali bidang penjualan atau marketingnya. Karena pada dasarnya marketing dan penjualan mempunyai teknik yang berbeda, walaupun pada prinsipnya penjualan termasuk dalam kegiatan marketing.
Syarat-syarat utama yang harus dimiliki oleh orang yang bergerak dibidang marketing adalah dapat kita datangi untuk melakukan test bakat. Apabila bidang yang akan digeluti adalah marketing, maka perlu dipilih kembali. Bidang penjualan atau marketingnya. Karena pada dasarnya, marketing dan penjualan mempunyai tingkah laku yang berbeda, walaupun pada prinsipnya, penjualan termasuk dalam kegiatan marketing. Syarat-syarat utama yang harus dimiliki oleh orang yang bergerak di bidang marketing adalah, mempunyai daya observasi dan analisa ynag kuat tentang orang lain dan lingkungan; senang bertemu dan bergaul dengan orang lain; tidak cepat putus asa dan penuh dengan strategi. Dan terakhir, kita juga harus menentukan, produk apa yang paling cocok. Apakah consumer product, industrial good, direct sales, dan mungkin jasa.
Setelah menentukan tujuan dan menetapkan bidang yang akan digeluti dalam berkarir, maka selanjutnya, harus ada penentuan target dan batas waktu. Misalnya, apabila saat ini masih menjadi salesman, maka ditentukan berapa tahun harus naik menjadi supervisor. Dan setelah itu, berapa tahun harus naik menjadi sales manager, dan seterusnya. Mengenai batas waktu, tidak ada satu ukuran yang dapat dijadikan patokan. Setiap produk tentu mempunyai kesulitan-kesulitan tersendiri. Dan setiap manusia mempunyai kemampuan yang berbeda untuk dapat mencapai/mengembangkan diri sesuai tuntutan jabatan.
Langkah ke-empat adalah rencana pengembangan diri. Setiap pekerjaan dan jabatan terdiri dari dua unsur. Yaitu bakat dan kemampuan. Bakat akan menentukan, siapa yang lebih dahulu akan berhasil. Tetapi, kemampuan berhubungan dengan sejauh mana seseorang mempunyai kemauan untuk belajar. Banyak selesman yang berhasil dan sukses, meremehkan pengetahuan tentang menjual maupun marketing. Mereka tidak menyadari bahwa semakin tinggi jabatan seseorang , maka yang dibutuhkan bukan hanya sekedar bakat, tetapi juga kemampuan dan pengetahuan. Apalagi dalam situasi usaha yang sangat kompetitif. Penegmbangan diri dan kemampuan dapt dilakukan dalam membaca buku-buku yang berhubungan dengan bidang penjualan dan marketing. Atau mengikuti seminar/kursus/training, masuk menjadi anggota club-club marketing dan manajemen, serta mau bertukar pengalaman dengan rekan-rekan lainnya guna memperluas wawasan. Program pembinaan/pengembangan diri ini harus disesuaikan dengan waktu dan target yang telah ditentukan sebelumnya.
Dan langkah terakhir adalah hubungan dengan manusia lainnya. Hubungan dengan manusia lainnya, kelihatannya mudah, tetapi sebenarnya cukup sulit dan memegang peranan yang sangat penting dalam berkarir. Kita harus benar-benar mengetahui, siapakah orang-orang didalam perusahaan yang mempengaruhi keputusan tentang pengangkatan seseorang untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi. Kalau salah mendekati orang, ada kemungkinan karir juga akan terhambat, walaupun kita sudah bekerja dengan baik dan menunjukan prestasi. Karirpun bisa terhambat bila atasan kita tetap pada jabatannya. Hubungan dengan manusia lain, perlu juga kita lakukan terhadap orang-orang dari perusahaan lain, perlu juga kita lakukan terhadap orang-orang dari perusahaan lain yang mempunyai jabatan lebih tinggi. Ini dilakukan agar bila sampai batas waktu ternyata karir tetap mandek, kita dapat segera pindah kerja dengan jabatan yang lebih tinggi.
Demikianlah, lima langkah yang harus dilakukan untuk dapat sukses dalam berkarir. Tetapi perlu diingat bahwa masih ada beberpa hal lagi yang perlu dilakukan untuk mendukung langkah-langkah tersebut. Bekerja dengan sepenuh hati dan menggunakan cara yang strategis.
Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.


Comments
No comments yet.
Leave a comment