Kiat Mengembangkan Perusahaan Secara Cepat

Biasanya orang mengasosiasikan perkembangan perusahaan yang cepat itu dengan perusahaan raksasa yang telah termasyur selama puluhan tahun. Sebutlah di antaranya nama-nama seperti IBM, Xerox, Matsusita dan lain sebagainya.
Tetapi, ternyata perusahaan yang tidak berkaliber raksasa pun bisa tumbuh dengan cepat.
Pada awalnya, perusahaan yang berkembang baik itu hanya merupakan “anak kecil” yang baru belajar merangkak. Namun, berkat upaya yang inovatif dan ketetapan memanfaatkan peluang, maka perusahaan tersebut berhasil tumbuh dan berkembang pesat.

Beberapa Ciri antara lain :

1. Mengikuti trend yang terjadi secara nasional dan internasional.
Misalnya saja, terjadi trend membanjirnya penggunaan personal computer dan semakin banyaknya kaum wanita yang menjadi pekerja. Perusahaan yang jeli dengan segera melihatpeluang dengan adanya trend baru. Mereka segera mengikuti trend dan implikasi pasarnya. Mereka ini bisa menerapkan strategi yang tepat untuk bisa tetap survive di tengah dahsyatnya gelora persaingan.
Sun Microsystem di California, misalnya dalam waktu relatif singkat, 5 tahun berhasil meningkatkan angka penjualan komputernya sampai mencapai 538 juta dollar. Ini merupakan peningkatan lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan keadaan di tahun lalu.
Sementara itu, Reebok International yang bergerak di bidang pembuatan sepatu olahraga berhasil meningkatkan sales-nya sampai 25% hingga mencapai 1,4 milyar dollar. Kejelian melihat trend kegemaran berolahraga dalam masyarakat, telah melambungkan nama perusahaan ini. Dilain pihak, Dari contoh contoh diatas, terbukti bahwa beradanya perusahaan pada jalur bisnis yang tepat merupakan faktor yang jauh lebih penting ketimbang menjadi pelopor dalam bisnis yang bersangkutan. Bila perkembangan pasarnya yang cerah bisa diduga dan perusahaan mampu memanfaatkan peluang tersebut, maka perusahaan tidak perlu bersusah payah menciptakan produk yang inovatif.
Menurut Peter Drucker, strategi ini memiliki keuntungan : pada saat imitator kreatif ini bergerak, pasarnya sudah berkembang baik dan sudah bisa menerima produk yang bersangkutan. Dan biasanya, akan terdapat permintaan yang lebih besar dari jumlah yang bisa dipenuhi oleh sang inovator.
Keberhasilan Compaq dalam menggebrak “lain” diantara sekian banyak imitator. Compaq melakukan gebrakan besar dalam pasar komputer portable. Nilai sales perangkat yang praktis ini melonjak sampai 111 juta dollar hanya dalam tempo 12 bulan.
Kedua, Compaq membina hubungan yang baik dan kuat dengan pihak retailer memegang peranan kunci dalam menyediakan space untuk komputer yang akan dijual. Tidak seperti para kompetitor termasuk IBM dan Apple. Compaq tidak pernah bersaing melawan retailer dengan cara menjual langsung komputer kepada konsumen secara massal. Compaq justru menawarkan franchising eksklusif dan margin yang menarik kepada retailer tertentu. Berkat penerapan taktik jitu ini, satu dari enam personal computer yang dijual di AS dewasa ini, adalah komputer Compaq.

2. Berorientasi pada pelayanan.
Businessland, retailer komputer di California, bukan merupakan inovator dalam bidang komputer. Pendirinya Dave Norman, melihat bahwa pertumbuhan industri komputer yang pesat itu menyebabkan konsumen tidak merasa puas bila membeli komputer hanya dari satu pabrik. Konsumen ingin memilih sendiri dan memperoleh advis/keterangan yang tidak menyesatkan. Karenanya, Norman lalu membuka toko toko komputer yang memiliki orientasi pada pelayanan terhadap pelanggan. Melalui taktik ini, businessland mengharapkan penghasilan perusahaan sebesar 1 milyar dollar bisa dicapai pada tahun ini.

3. Tidak membangun pabrik atau membina sales force.
Tampaknya strategi ini tidak mengindahkan kaidah industri konvensional. Strategi ini berhasil dilaksanakan oleh Liz Claiborne yang bergerak di bidang busana. Liz Claiborne tidak memiliki pabrik sendiri.
Perusahaan ini melayani sendiri order dari Departement Store besar dan speciality retailer. Karena praktis tidak memerlukan overhead, perusahaan berhasil tumbuh dengan cepat. Sudah barang tentu, keberhasilan ini didukung degan pengalaman dalam desain busana selama bertahun tahun.
Pada awalnya, Liz Claiborne hanya bergerak di bidang pakaian olahraga. Kemudian mulai melakukan ekspansi dalam pasar gaun wanita dan busana rajutan. Langkah berikutnya adalah memasuki pasar busana pria, yang ternyata mencatat sukses. Sudah jelas, strategi diversifikasi pada product line yang masih memiliki kaitan ini, ikut mempercepat perkembangan perusahaan.
Pasar sasaran, wanita pekerja, juga merupakan pasar yang dituju oleh Charles Lazarus. Ia melihat adanya peluang pasar untuk produk mainan anak. Maka didirikanlah perusahaan dengan merek Toys “R” Us. Berbeda dengan departement store yang memiliki jenis mainan relatif terbatas, Toys “R” Us menyediakan segala macam bentuk mainan secara lengkap. Nilai sakes nya yang meliputi 350 toko mencapai 3,1 milyar dollar pada tahun lalu. Usaha pengembangan ke luar negeri juga dilakukan. Setelah lama bercokol di Kanada, Toys “R” Us juga beroperasi di Inggris, Jerman Barat, Hongkong dan Singapura. Sasaran berikutnya adalah Prancis.

4. Menekankan segi daya dan kenyamanan.
Reebok, perusahaan pembuat sepatu olahraga melihat adanya peluang seirama dengan timbulnya demam kegiatan aerobik di kalangan masyarakat. Ada peluang pasar yang selama ini belum tersentuh, yakni : wanita yang mendambakan gaya dan kenyamanan.
Reebok berhasil menggaet 20 kuta konsumen yang terlewatkan oleh pesaing. Produk Reebok ternyata mendapat sambutan hangat dari konsumen. Sukses besar ini berhasil melambungkan nilai salesnya dari 13 juta dolar di tahun 1983 menjadi 1,4 milyar dolar pada akhir tahun 1987.
Disamping itu, juga dilakukan upaya akuisisi dan diversifikasi pada product line yang masih memiliki kaitan.
Mudah-mudahan, beberapa ciri dan kiat perusahaan tersebut diatas mengilhami para pengusaha di Indonesia dalam menjalankan bisnisnya. Sudah barang tentu, pelaksanaannya memerlukan penyesuaian dengan sikon yang ada.

Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Comments

No comments yet.

Leave a comment

(required)

(required)