Pemimpin
MC BER & Company pernah melakukan penelitian terhadap ribuan profesional di bidang bisnis dan manajemen. Ia menemukan pada dasarnya ada 9 kelompok manusia dibalik kemudi organisasi, salah satu yang relevan untuk kita bicarakan adalah kelompok dominan. Kelompok dominan ini adalah mereka – mereka yang termasuk dalam kategori leader, bukan hanya manajer.
Manajer adalah pribadi yang mampu memimpin organisasi yang menciptakan sebuah keteraturan, kedisiplinan dengan semangat kerja sama yang harmonis. Ia merupakan bagian dari bagian dari keseluruhan sistem organisasi. Namun seorang manajer akan masuk dalam kelas leader tatkala ia mampu mengambil peran terbaik ketika gejolak organisasi alias krisis.
MC BER & Company menemukan kelompok dominan yang dimaksudkan berisi orang yang bergairah justru pada kondisi krisis. Orang orang ini merasa berperan, merasa “terpakai” merasa hangat dalam sebuah kondisi organisasi yang “memanas”. Mereka akan frustasi bila kondisi organisasi serba adem ayem, serba teratur dan harmonis. Bahkan orang – orang ini cenderung untuk menciptakan kehangatannya sendiri melalui kegiatan kegiatan yang semarak, menggelora dan justru menciptakan krisis agar dirinya bisa muncul ke permukaan. Mereka adalah “Fire Fighter” yang sangat bergairah unutk memadamkan amukan api. Jika manajer cenderung untuk menghindari terjadinya krisis, leader cenderung untuk menghadapi krisis yang akan memberinya peluang untuk berperan utama dalam memadamkan krisis tersebut.
Di bisnis, kita kenal Tanri Abeng dan Hasan M. Soedjono diantara sekian nama yang lain. Catat saja bahwa jumlah orang-orang yang kita miliki. Figur yang muncul dari sebuah krisis usaha dan mampu melakukan turn around, sehingga kinerja perusahaan terdongkrak.
Leaders sejati mampu untuk menguji kepemimpinannya. Untuk berhasil mengatasinya, maka ada sejumlah bekal yang harus dimilikinya.
1. Courage, berani tampil dengan pendapat yang orisinal dan berani mengambil resiko yang telah diperhitungkan.
2. Compotence, sangat menguasai bidangnya, dan secara terus menerus mau belajar. Meskipun belajar dari lawannya.
3. Competitive, memiliki daya saing dan budaya killer instinct, ingin tampil lebih baik dari lawan-nya.
4. Enthutiasm, semangat dan jiwanya bergelora untuk selalu tampil memimpin.
5. Communicative, ungkapan jalan pikirannya bersih dan jernih, sehingga mudah dimengerti massanya. Mampu membakar semangat pendukungnya.
6. Accomodative, mampu mendengar dengan baik aspirasi dari setiap kelompok dan meramunya untuk kepentigan umum.
7. Integrity, kejujuran terhadap profesinya, pantang melacurkan jabatannya.
8. Power, mampu memanfaatkan kekuasaan yang dimilikinya, bisa yang bersifat legimitatif ( karena keahlian ), referensi ( karena dekat dengan Big Boss ), koersif ( karena punya fisik yang angker ), atau karismatik ( karena mempunyai kharisma sendiri )
Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.


Comments
No comments yet.
Leave a comment