Krisis Dalam Manajemen Kas
Jul 11th, 2008 oleh Henky Njoto Widjaja
Tommy maramis kini telah menginjak usia 40an. Kini ia menjabat sebagai president direktur dan mempunyai saham terbesar dalam perusahaannya. Menurut laporan neraca rugi/laba perusahaan, mestinya perusahaan memperoleh keuntungan lebih besar.
Namun setiap hari ia menderita krisis uang kas. Dan selalu pusing dengan tagihan-tagihan yang dibayar dengan cheque atau blyet giro yang ditolak bank karena overdraft. Dan ia tidak tahu kemana larinya uang yang sudah dikeluarkan selama ini.
Ia cenderung menuduh 2 kolega peseronya yang mengelolah bisnis sehari-harinya bersengkongkol dan main curang untuk menghancurkannya. Karena kredit yang berhasil di sedotnya dari bank sebanyak ratusan juta telah habis tidak terlihat dalam aset perusahaan.
Yang jelas ia telah menyerahkan sepenuhnya kepada rekannya tanpa mempunyai alat control yang baik. Di samping itu ia juga tidak ambil peduli dengan masalah administratif yang selalu dianggap sebagai penghambat dalam tugas. Akibatnya pengelolaan perusahaan ini dikenal sebagai ‘ running the store than the business’.
Pengetahuan administrasi
Bagi seorang pengusaha atau wirswasta, pengetahuan tentang administrasi perlu diketahui secara global.jelek dari pada tidak cukup mempunyai informasi tentang administrasi yaitu : terlalu banyak mengetahui tentang hal tersebut diatas.
Menurut Price Waterhouse salah satu dari ‘delapan terbesar’ perusahaan akunting internasional, hanya ada beberapa laporan yang sangat penting dalam menjalankan bisnis. Pernyataan dan laporan ini lebih dikenal dengan sebutan ‘ Tiga Belas Dokumen Merah’ yang meliputi laporan sebagai berikut:
• Anggaran operasional ( The Operating Budget)
• Ramalan aliran kas ( The cash- flow )
• Laporan singkat kegiatan tentang harian/minguan
• Laporan keuangan ( Financial Statement )
• Laporan kerja order yang belum terlaksana ;
• Laporan analisa penjualan ( The Sales Analysis Report )
• Laporan biaya Produksi
• Ringkasan Upah dan Gaji pegawai
• Laporan keadaan dan status gudang / persediaan
• Laporan rekening piutang
• Profil karyawan yang sangat menonjol
• Ringkasan daftar harta tetap perusahaan
Krisis uang tunai
Ada beberapa tanda yang harus di perhatikan untuk mengetahui apakah perusahaan anda dilanda krisis manjemen keuangan.
Menurut ALERT, sebuah news letter yang di terbitkan oleh National Institute of Business Management di Amerika Serikat, krisis manajement keuangan atau lebih di kenal dengan ‘Cash Management Crunch’ ditandai dengan hal-hal seperti di sebut di bawah ini:
Terjadi serangkaian masalah-masalah dalam pengadaan uang tunai dalam jangka waktuyang relatif pendek
Penjualan mengalami penurunan secara terus menerus, walaupun telah dilakukan segala macam penghematan dan pengetatan ikat pinggang
Pengeluaran yang terus menanjak ternyata tidak secara korelatif ikut meningkatkan penjualan
Kebutuhan akan dana dalam jangka pendek untuk menutup pengeluaran operasional yang rutin dirasakan terus mendesak .
Bilamana anda merasakan gejala-gejala atau pertanda seperti disebutkan di atas, tak pelak lagi bahwa manajemen kas perusahaan anda terancam oleh sebuah krisis
Untuk kepentingan itu ada beberapa rekomendasi yang perlu dilakukan sebagai langkah-langkah decisif diantaranya adalah seperti disebutkan di bawah ini.
Mendapatkan informasi tentang data mingguan seperti piutang dan utang (Receivables and past-due account) , ramalan kas dan lain-lain
Melakukan reformasi dalam prosedur penagihan ( colletion procedure ) utang atau kredit langganan
Melakukan pengetatan untuk memberikan penjualan secara kredit (terkecuali para pelanggan yang mempunyai reputasi baik dan dapat di pertanggungjawabkan), dengan menjual secara tunai atau didasarkan uang muka 50%
Mengadakan likuidasi aset atau harta perusahaan yang di rasakan tidak begitu di butuhkan dalam waktu yang rasional
Melakukan kebijakan slowdown atau pengetatan pengeluaran uang kas
Menjalakan negosiasi kembali dengan penjual/supplier atau para kriditur yang meminjamkan uang untuk menunda pembayaran
Mencari jalan untuk menigkatkan pengembangan cheque atau bliyet giro yang sudah dikeluarkan untuk tidak segera di cairkan
Melakukan pemotongan terhadap biaya di antaranya adalah mengurangi pembayaran pegawai dengan memperlakukan kewajiban simpanan dalam perusahaan (system pembayaran gaji dengan bank) mengubah bonus salesman didasrkan atas frofit margin dan bukannya volume penjualan.
Mengawasi kas
Sesudah terbayar atau krisis keadan yang belum tentu berjalan normal dengan sendirinya. Sebuah proyek yang tidak sesuai dengan rencana suatu produk yang tidak terbayar , insentif yang tidak berjalan seringkali menimbulkan krisis-krisi yang lain .
Oleh karena itu menurut Gerald C Meyers dalam bukunya berjudul When It Hits the Fans, bagian yang penting untuk dimulai adalah dengan memperbaiki kebocoran dan ketimpangan ‘suplay darah yang vital dalam bisnis yaitu kas’
Perhatian terhadap kas perlu ditingkatkan, arus kas harus diawasi ditingkatkan dan dipantau terus ,
Usahkan jangka waktu pembayaran piutang para langganan yang begitu lama diperpendek kredit pembelian yang berjangka waktu 60 haridikurangi menjadi 30 hari
Pendekatan terhadap supplier hendaknya dilakukan sebaliknya usahakan dengan gigih bahwa jangka waktu pelunasan transaksi atau penyelesaian utang sekitar 45 hari
Proyek uang tunai yang lancar diterima untuk jangka waktu 30 hari perlu terus dimonitor dan di minta laporannya setiap hari
Perlu diketahui dengan jelas pengeluaran jas yang penting
Apakah pengeluaran ka situ konsumsi yang mutlak bersifat tunai atau biaya opresaional yang tidak begitu penting
Carilah aset yang dapat dijual dengan melibatkan para manajer dan pegawai yang menanganinnya
Langkah yang perlu dilakukan setelah terjadi krisis kas sebanyak 2 atau 3 kali adalah tindakan balasan yang mengabaikan semua alasan yang menjadi keberatan
Carilah nilai yang positifdengan setiap kali menghadapi masalah selalu memasang mata lebar-lebar untuk mencari peluang yang ada sebab seringkali pengalaman ini merupakan modal yang penting dalam bisnis yang penting adalah tingkatan yang dapat dijadikan uang tunai dari beberapa propek yang ada dan manfaatkan sumber dana yang ada sebaik-baiknya
Buatlah suatu rencan dan jadwal sampai akhir bulan, begitupula bulan selanjutnya sampai sekitar 6 bulan sampai keadaan normal kembali lupakan dulu masalah strategi
Berupaya mencari dana kas baru setela ada rencana selama 6 bulan dengan membuat rencana bisns yang ralistis diperuntungkn bagi bank/kreditur maupun investor
Mengembalikan kredebilitas perusahaan dengan menggunakan moment yang tepat antara lain dengan memenuhi kewajiban menurut jadwal dan mencoba menjelaskan kepada relasi bahwa kesulitan yang di hadapi perusahaan sudah lewat
Menunjukan keuntingan perusahaan yang sudah mulai dapat dipetik dengan memberikan laporan jujur, bila ternyata telah berhasil , ulangi keberhasilan ini pada priode selanjutnya.







