Bagaimana Menciptakan Iklim dan Kompetisi yang Sehat?
Sep 13th, 2008 oleh Henky Njoto Widjaja
Apabila diarahkan dengan baik persaingan dalam perusahaan dapat menghasilkan manfaat yang lebih baik. Namun persaingan yang sehat tidak selalu menimbulkan iklim kerja yang sehat.
Yang terpenting adalah ciptakan iklim yang sehat agar setiap orang dapat mengembangkan potensinya secara optimal. Bagaimana caranya ?
Pemahaman instink kerjasama dan persaingan yang alami yang ditunjukan setiap orang dalam kelompok dapat sangat berguna. Ini dapat membantu untuk merencanakan suatu reaksi persaingan dalam kerja kelompok. Atau menggunakan secara positif untuk memotivasi pekerja. Dan membuat suatu penampilan yang lebih baik.
Setiap manusia akan bersaing dalam situasi tertentu, ketika mereka sadar bahwa tujuan yang dicari tak dapat dibagi dan tak ingin dibagi. Sebaliknya mereka akan bekerjasama jika mereka sadar bahwa tujuan yang dicari dapat dibagi atau dapat dicapai dengan baik dengan kerjasama.
Tujuan itu bisa berupa materi. Misalnya saja bonus group, nilai individu, kenaikan upah dan imbalan uang. Tujuan mungkin saja berupa sebuah pengakuan, prestise, suatu hadiah atau penghargaan. Bahkan seringkali tujuan itu mengandung kedua unsur itu.
Setiap orang akan bersaing dalam situasi dimana ia akan mendapatkan penampilan yang dihargai. Dalam keadaan yang sama, mereka akan bekerjasama bila mereka akan mencapai tujuan grup, dan masing masing akan mendapatkan bagiannya.
Dengan kata lain, dalam kelompok kerja, para karyawan akan bekerja sama dengan kondisi sebagai berikut:
- Mereka berusaha mencapai tujuan yang dapat dibagi bagi.
- Mereka diminta mencapai tujuan dalam jumlah yang hampir sama dalam manajemen.
- Mereka dapat berlaku lebih baik bila tujuan dapat dicapai dalam jumlah yang sama.
- Secara sosial psikologis mereka itu sangat erat satu dengan yang lain.
Sebaliknya pegawai akan bersaing satu sama lain jika kondisinya sebagai berikut :
- Mereka berusaha mencapai tujuan sama yang langka.
- Mereka diminta mencapai tujuan dalam jumlah yang sama dalam manajemen.
- Mereka akan berlaku baik jika tujuan dapat dicapai dengan jumlah yang tidak sama.
- Secara sosial dan psikologis mereka itu jauh satu sama lain.
Menuju Kompetisi Yang Sehat !
Persaingan pribadi dapat dihadapi dengan baik dengan memperhitungkan dengan baik. Pertanyaan yang timbul dalam situasi persaingan pribadi ini adalah : Dalam cara ini seperti ini perilaku saingan ini akan terlihat ? Pertimbangan dan faktor mana yang akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas persaingan yang dapat terjadi dari individu yang berbeda.
Persaingan pribadi dapat terjadi pada individu yang kompetitif dalam mencari tujuan langka yang sama. Jadi, persaingan pribadi dapat terjadi demi promosi bagi jenjang manajemen yang lebih tinggi, karena itu merupakan tujuan yang langka. Persaingan ini dapat terjadi dimana saja dan dalam tingkatan apapun, asalkan kriteria tujuan langka itu terpenuhi. Arena persaingan mungkin saja terjadi pengakuan organisatoris, perbandingan penampilan, hadiah atas keutamaan dan hubungan yang erat dengan pimpinan. Persaingan pribadi akan berlaku menurut apa yang dianggap hukum keadaan. Perilaku mereka akan sebagian tergantung pada aturan organisasi yang disetujui sebagai “ Fair Competition”. Dan sebagian lagi pada sistem nilai mereka sendiri.
Ketimpangan antara hasil dan aspirasi sering kali timbul. Hal ini secara aktif sering dicari oleh pesaing dan tingkat perolehan yang semakin tajam diperebutkan. Sikap penting adalah faktor utama dalam menentukan bagaimana persaingan itu akan dilakukan.
Tingkat aspirasi itu sangat dipengaruhi oleh pengetahuan masing masing tentang tingkat tujuan yang dikehendaki. Semakin tinggi pengetahuannya, semakin besar mutu dan pengalamannya akan tercermin dalam perilaku persaingan itu.
Saingan yang tidak disukai akan dicampakan dengan keras. Sedangkan hal ini tidak ditunjukan kepada saingan yang netral atau bersahabat. Dan hal ini juga akan menentukan bentuk persaingan, insinuasi atau rongrongan dan perjuangan mencapai tujuan. Seringkali sikap ini juga menyebabkan hal yang tidak diharapkan dalam respon persaingan. Seperti halnya persaingan antara teman tidak perlu dilakukan untuk menghindari konflik.
Kuantitas dan kualitas persaingan antara individu sebagian tergantung pada skill ini tidak terbatas pada arti kemampuan mekanik. Teknik untuk melakukan tugas tertentu tetapi juga tehnik persaingan yang dimiliki oleh masing masing individu untuk mencapai situasi yang diharapkan.
Sangatlah menarik untuk dicatat bahwa persaingan terjadi bila ada kesempatan yang masuk akal untuk berhasil terhadap mereka yang mempunyai skill yang relatif hampir sama. Jadi kekurangan atau motivasi lawan untuk mencapai tujuan sangat dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap dan keterampilan ditunjang aturan main pada keadaan itu dan nilai sistemnya.
Untuk merencanakan suatu reaksi persaingan dalam kelompok, sangatlah penting memepertimbangkan baik sikap individu maupun kelompoknya. Jadi sikap kelompok sangat berakar kuat terhadap pribadi individu, maka pengaruh individu dalam persaingan sangat kuat.
Besarnya kelompok juga ikut menentukan perilaku kerjasama dan persaingan. Hal ini sangat menentukan pendekatan yang terbaik dalam menghasilkan reaksi persaingan. Tujuan individu dan grup dapat dikombinasikan sebagai bagian dari reaksi dalam kelompok.
Persaingan dapat meningkatkan inovasi dalam kerja kelompok dengan mencatat, membicarakan dan melaksanakan serta memberikan imbalan yang sesuai terhadap semua ide baru. Imbalan tidak selalu berupa uang tetapi juga sebuah pengakuan.
Persaingan individu atau kelompok dalam segala bentuknya cenderung menghasilkan suatu pendekatan baru untuk melakukan segala sesuatu dengan lebih baik. Selain itu juga membantu untuk mengembangkan individu untuk menunjukan performanya yang terbaik.
Membantu Iklim Yang Sehat
Dari segi psikologis, persaingan merupakan salah satu cara yang dapat membuat sukses seorang eksekutif. Namun menurut suatu penelitian persaingan tidak terlalu penting. Yang terpenting adalah personality traits yang menunjukan keinginan untuk bekerja keras dan dorongan untuk mencapai kemampuan individu yang optimal.
Oleh karena itu perusahaan perlu mempertimbangkan beberapa anggapan tentang kualitas yang diinginkan dari seorang eksekutif agar berhasil dalam menjalankan tugasnya.
Ada beberapa hal yang perlu dianjurkan bagi suatu kebijakan personel. Diantaranya adalah menciptakan iklim kerja yang benar bagi suatu achivement. Seorang karyawan yang mempunyai obsesi untuk memenangkan promosi keatas bagi rekan kerjanya tidak perlu sebagai orang hasil terbaik dari perusahaan. Mereka ini termasuk orang yang menginginkan suatu kemenangan jangka pendek sebagai biaya dari sukses jangka panjang.
Yang jelas adalah bahwa setiap orang harus diberikan kesempatan untuk maju. Rotasi perlu dilakukan agar setiap orang dapat menjalankan proyek perusahaan yang menantang. Atau melakukan suatu ide baru. Yang penting mereka harus menghasilkan tantangan yang diberikan oleh perusahaan. Dan belum tentu mereka yang menonjol itu pasti yang terbaik.
Suatu imbalan perlu diberikan kepada mereka yang dapat melakukan pekerjaan yang menantang, namun mereka perlu diberi penghargaan agar bersemangat untuk ikut persaingan. Selain itu perlu dicarikan jalan keluar untuk melonggarkan persaingan. Cara yang sederhana adalah tidak membanding bandingkan. Ahivement dari para karyawan harus dilihat sebagai karya terbaik mereka.
Oleh karena itu sistem imbalan perusahaan harus memacu perbaikan individu dan tidak untuk membeda bedakan. Sehingga dengan demikian para pegawai bersemangat untuk mencapai kemampuannya yang optimal tanpa harus bersaing. Karena persaingan bukan merupakan satu satunya iklim kerja yang sehat dalam bisnis.







