Self improvement praktis untuk manager
Para manager umumnya amat sibuk. Mereka hampir tidak punya waktu untuk menambah pengetahuan, baik melalui bahan bacaan maupun sumber – sumber yang lain. Padahal ilmu pengetahuan selalu berkembang dan hanya bisa diikuti bila manager menyediakan diri untuk mencari sumber – sumber informasi terbaru tentang bidang bisnis. Bagaimanakah manager harus mengatur waktu untuk menambah pengetahuan?
Seorang karyawan yang masih berada di jenjang karir terbawah, harus banyak belajar supaya benar benar menguasai bidang pekerjaannya. Dia harus juga menyadari perkembangan apa saja yang mempengaruhi perusahaan tempatnya bekerja. Bilamana kemudian kedudukannya meningkat dan dia jadi manager, orang tersebut tidak saja dituntut untuk mengetahui seluk beluk pekerjaannya sendiri, tetapi juga bidang bidang lainyang berada dibawah tanggung jawabnya. Itulah sebabnya, semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin banyak pula pengetahuan yang harus dimilikinya,. Untuk itu seorang manager harus tahu perkembangan ilmu management, dengan mengikuti informasi terbaru yang ada. Dari informasi tersebut diharapkan manager tahu cara mengikuti perkembangan yang ada.
Bagi manager yang hampir selalu kekurangan waktu, sumber yang paling nyata yang dapat diandalkan untuk memberinya tambahan pengetahuan tentang perkembangan di bidang bisnis adalah buku. Masalahnya sekarang, bagaimana caranya supaya para manager itu dapat memilih bahan bacaan yang tepat dan mudah dicerna?
Di Amerika, dalam satu minggu rata – rata terbit 60 buku baru tentang bisnis. Buku perpustakaan universitas-universitas besar disana. Bersamaan dengan buku buku tersebut disertakan juga daftar informasi terakhir tentang lebih kurang 900 buku terbitan berkala yang ada hubungannya dengan bisnis, mulai dari Wall Street Journal, Bussiness Week dan sebagainya. Karena buku buku yang ada dalam daftar informasi tersebut penting artinya buat para manager, maka diharapkan para manager dapat selalu mengetahui waktu terbitnya melalui edaran informasi diatas.
Menambah Pengetahuan
Sebagian manager berupaya menambah pengetahuan dengan membaca buku-buku yang merupakan “best seller”. Sebagian lagi berusaha diskusi melalui kolega. Tetapi sumber-sumber seperti ini tidak selalu tepat. Maka dari itu dibawah ini akan diuraikan tentang apa yang disebut “literature of management” berikut cara mmendapatkannya.
Ketika, sekolah bisnis yang pertama berdiri, mulai muncul buku-buku tentang bisnis dan management. Buku buku ini masih amat teoritis . isinya masih jarang mengupas tentang cara penerapan teori management. Dalam perkembangan ilmu management selanjutnya, mulai muncul buku-buku dibidang itu yang lebih analitis sifatnya, yang berusaha menghubungkan teori dengan prakteknya.
Pada saat ini, kebanyakan buku buku literatur tentang management dibuat sedemikian rupa sehingga mudah dipraktekan. Beberapa dari buku buku tersebut dibuat khusus untuk para manager yang merupakan pembuat keputusan. Beberapa lagi khusus membahas tentang psikologi managenet. Bagian bagian lain dari literatur ini membahas tentang perusahaan dan struktur badan badan bisnis. Bab yang cukup besar membahas tentang kegiatan management untuk bagian keuangan, pemasaran, kontrol dan perencanaan.
Sebagian besar dari pengetahuan diatas dapat diperoleh dari buku, yang di Amerika berjumlah 450.000 volume dengan pertambahan judul sebanyak 3.000 buah pertahun. Bayangkan! Dan yang menarik, penerbit buku-buku tersebut selalu menyebarkan semacam sirkuler kepada para manager sehingga mereka dapat mengetahui buku buku baru apa saja yang baru terbit. Berbagai index dan penuntun mempermudah manager mencari buku yang diperlukannya.
Dimana mencarinya?
Cukup banyak diantara para manager, yang berminat untuk selalu mengikuti perkembangan bisnisnya yang mutakhir. Sayangnya, mereka tidak selalu tahu dimana memperoleh sumber informasinya. Di America ada beberapa tempat dimana para manager yang haus pengetahuan dapat bertanya tentang buku buu yang baru terbit. Salah satunya adalah perpustakaan terdekat. Biasanya perpustakaan ini adalah perpustakaan perusahaan dimana manager itu bekerja. Di Amerika, perusahaan yang besar umumnya mempunyai perpustakaan khusus atau pusat informasi sebagai bagian dari perusahaan. Para manager yang selalu bertanya tentang informasi yang dapat diperoleh tentang perkembangan bisnisnya, akan merasakan manfaat yang diberikan oleh bagian perpustakaan.
Untuk perusahaan yang tidak mempunyai perpustakaan sendiri para manger dapat meminta bantuan Consultation Service of the Special Libraries Association, badan inilah yang akan menghubungi perpustakaan perpustakaan besar di Amerika umumnya mempunyai karyawan yang khusus melayani pertanyaan tentang bussines information.
Selain perpustakaan, sumber lain lagi yang cukup dapat diandalkan adalah asosisasi bisnis. Di Amerika ada sekitar 15.000 asosiasi, dimana sebagian besar anggotanya adalah bussiness oriented. Mereka ini seringkali dapat memberikan info tentang bisnis yang bahkan tidak bisa diperoleh lewat perpustakaan.
Toko buku dan percetakan merupakan dua alternatif lain yang harus diperitmbangkan manager dalam mencari tahu tentang terbitnya buku buku baru.
Supaya selalu up to date, seorang manager harus selalu berusaha sendiri. Dia harus tahu buku apa terbitan baru yang relevan untuk bidang bisnisnya, yang penting, dia harus mempunyai :
Paling sedikit satu textbook yang up to date
Paling sedikit satu buku bacaan, yang biasanya menyoroti suatu masalah dari sudut yang berbeda beda.
Beberapa buku buku pilihan yang bersifat umum, dimana para penulisnya membahas tentang satu satu masalah management menurut persepsinya masing masing.
Kepemilikan buku buku diatas membantu manager untuk tetap sarat akan informasi mutakhir.
Bagaimana di Indonesia ?
Pada saat ini minat baca dari para manager Indonesia sudah baik, bila dibandingkan dengan beberapa dasawarsa yang lalu. Karena pada umumnya perusahaan yang besar sekali pun hamir tidak mempunyai perpustakaan sendiri, maka para manager hanya dapat mengandalkan diri dari toko toko buku besar atau perpustakaan dari sekolah manajaemen yang ada. Sejalan dengan berkembangnya sekolah manajemen di Indonesia, maka para manager dapat memperoleh lebih banyak sumber informasinya.
Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.


Comments
No comments yet.
Leave a comment