Organisasi Perusahaan Sebagai Faktor Sukses
Sep 27th, 2008 oleh Henky Njoto Widjaja
Faktor manusia sangat menentukan dalam keberhasilan sebuah perusahaan. Mengelola manusia ini sebagian ditentukan oleh seberapa jauh atasan mampu mengenali bawahannya. Terutama untuk jabatan tingkat manajemen.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Barbara Forisha Kovach menarik untuk disimak. Ia menunjukan ada tiga gaya kepribadian dalam situasi pekerjaan.
Tingkah laku seseorang dibentuk oleh harapan yang ditegakannya. Sementara harapan itu sendiri pada tingkat yang paling dalam telah membentuk orientasi tertentu pada individu yang bersangkutan. Gaya kepribadian yang tampil dalam pola tingkah laku, sedikit banyak merupakan cerminan khas seseorang terhadap hidup.
Dengan demikian orientasi seseorang akan sangat berpengaruh pada tingkah laku yang ditampilhannya. Sekaligus hal itu akan menentukan reaksi yang akan muncul dalam berbagai situasi. Begitu juga halnya dalam situasi pekerjaan.
Ada tiga macam gaya kepribadian : producing, procesing dan integrating. Masing masing gaya mencerminkan orientasi orang yang memilikinya terhadap hidup.
Bedasarkan penelitian yang dilakukan terhadap kelompok kelompok eksekutif, manajer, supervisor, ditemui kenyataan bahwa jumlah orang yang memiliki ketiga gaya tersebut menunjukan penyebaran yang tidak merata diantara anggota anggota kelompok.
Pada kelompok eksekutif, sebagian besar memiliki gaya integrator. Sedikit diantaranya yang menampilkan gaya procesor. Pada kelompok manajer, juga ditemukan sejumlah besar subyek dengan gaya integrator.
Meskipun ditemukan subyek dengan gaya producer, tetapi jumlahnya sangat kecil. Dari kalangan supervisor, hampir semua memiliki gaya producer, hanya ada satu dua yang menampilkan gaya integrator.
Dari seluruh ketiga kelompok yang diteliti, gaya producing adalah yang terbanyak, namun ternyata gaya integrating adalah karakteristik para manajer.
Producer pada umumnya patuh dan dapat dipercaya. Ia akan melakukan apa yang diperintahkan kepadanya. Pendek kata, orang dengan gaya producer akan merasa aman jika mengetahui dengan jelas apa yang dikerjakannya dan senantiasa menikmati pola kerja yang telah ditetapkan.
Untuk mendapatkan kepuasan dalam bekerja, mereka cenderung menyandarkan diri pada sistem di luar dirinya. Kadang kadang agar berlebih lebihan, sehingga membiarkan dirinya diatur oleh sistem yang mengendalikannya.
Tiga pribadi yang berlainan
Dapat dikatakan, producer pada hakekatnya seorang pekerja dalam suatu mekanisme organisasi. Apabila menerima suatu masalah atau menghadapi krisis, ia tidak akan tinggal diam, melainkan akan bangkit dan melakukan sesuatu.
Kadang orang seperti ini cenderung mencari cari pekerjaan, seperti membereskan dokumen, mencuci mobil atau menulis laporan. Ini bisa dinilai atasannya sebagai prilaku menghindar. Ia suka kehidupan rapi dan teratur. Akibatnya ia tidak suka situasi yang tidak jelas dan cenderung menolak setiap usaha yang akan membawa perubahan dalam kehidupannya.
Seorang dengan gaya procesor tidak akan dikenali karena kepatuhannya, akan tetapi lebih pada keterlibatannya dengan orang lain maupun situasi. Ia memiliki inspirasi yang tajam sehingga firasatnya seringkali dapat dipercaya. Di lain pihak, procesor tidak menyukai kerja yang rutin.
Berlawanan dengan producer, procesor tidak suka sistem yang mengatur dirinya. Mereka bahkan tidak mengenali apakah sistem itu ada atau tidak. Pandangannya atau perhatiannya hanya tertuju pada individu individu semata mata.
Procesor lebih menekankan pada otonomi. Mereka berpendapat bahwa individu memiliki hak atas cara kerja yang dipilihnya sendiri serta bertanggung jawab penuh atas pilihannya tersebut. penekanan pada kebebasan individu untuk memilih ini menyebabkan mereka paling fleksibel.
Mereka suka bergerak menikmati sesuatu yang mengalir dan jenis yang paling berani mengambil resiko dibanding mereka yang mempunyai gaya integrator ataupun producer.
Pada sistem sistem, procesor ada pada posisi pemikir, bila dihadapkan pada suatu masalah, mereka akan mencoba berpikir dan kadang kadang menunda tindakan. Sementara itu kesempatan untuk bereaksi telah lalu. Mereka akan cenderung mencoba untuk menjajagi semua alternatif dan seringkali muncul alternatif baru.
Ia membicarakan masalah dengan orang lain dan berbicara panjang lebar. Mereka tidak menghibur diri dengan berbuat sesuatu. Bagi mereka , bereaksi adalah akhir dari serangkaian pemahaman yang mendalam akan suatu masalah.
Mereka lebih menyukai untuk berpikir, membuat konsep dan berteori. Mereka dapat menyusun skema yang besar. Beberapa diantaranya seringkali tidak dapat disebut realistik.
Orang dengan gaya integrator selalu berusaha membuat perimbangan antara beradaptasi dengan sistem di satu pihak, tapi di lain pihak tetap mempertahankan individualitasnya. Mereka selalu menimbang dengan hati hati semua alternatif untuk dapat memuaskan kedua belah pihak , baik kebutuhan individu maupun tujuan kelompok.
Seringkali mereka mengambil inisiatif membentuk sistem untuk dapat mengatur orang lain bekerja. Dibanding dengan producer, mereka kurang menekankan pada sistem. Mereka juga tidak terlalu menekankan pada individu seperti procesor.
Suka akan perubahan yang wajar, maka mereka sering tampil sebagai ‘moderate risk taker’ dalam setiap sistem, integrator menduduki posisi perencana. Mereka menentukan sasaran, merancang strategi dan menetapkan cara untuk mencapai sasaran itu. Dalam situasi krisis, mereka cenderung tampil dengan solusi yang telah dipertimbangkan.
Differensiasi dan gaya organisasi
Producer mencerminkan kesuksesan pada struktur yang mapan dan bergerak hanya dalam batas aturan aturan yang jelas dan rigrid.
Procesor mencerminkan kecenderungan untuk selalu bergerak melingkar pada batas batas tepi dri suatu sistem, tapi tidak mampu keluar dari batas itu, juga enggan untuk diam.
Integrator mencerminkan suatu figur yang menjembatani ide ide inovatif yang datang dari procesor dan menerjemahkan ide itu dalam bentuk operasional dan dikaitkan dengan produser rutin sehingga bisa di laksanakan oleh producer.
Dalam sebuah organisasi besar masing masing gaya ini menempatkan diri pada tempat yang berbeda. Producer menempati jembatan teknis dan administrasi. Ia cenderung memilih pekerjaan yang jelas batasnya. Ada aturan yang jelas bagaimana suatu pekerjaan hars diselesaikan.
Procesor menempati posisi staf personalia, training, riset ide baru. Ia lebih memilih pekerjaan yang membuka peluang untuk mendapatkan informasi dari luar.
Suatu jenis pekerjaan yang tidak mempunyai prosedur yang jelas. Yang tidak menuntut pemecahan masalah dengan segera. Yang lebih menyukai otonomi dan pengawasan yang minimal. Misalnya artistipikal atau orang yang bertemperamen estetik tinggi. Konsultan, terapist atau pekerja sosial yang tidak mau tergantung pada sistem.
Sedangkan integrator menduduki jabatan pemimpin. Ia menjadi figur utama manajemen dan menjalankan perusahaan. Ia mampu memahami bawahan yang berbeda gaya kepribadiannya dan menyatukan perbedaan ini dalam satu sistem yang berfungsi. Integrator yang baik dapat membangun sistem, menentukan sasaran bawahan dan memotivasi bawahan mencapai sasaran.
Pengenalan terhadap gaya kepribadian dalam bekerja membuat organisasi perusahaan menjadi sangat efektif. Organisasi perusahaan dapat mengarahkan ketiga anggota yang memiliki gaya yang berlainan ini akan mendatangkan hasil yang maksimal. Sebab mereka ini merupakan komponen yang hidup dan saling mendukung bagi mekanisme organisasi.







