Tiga Faktor Sukses Marketing
Oct 21st, 2008 oleh Henky Njoto Widjaja
Begitu banyak perusahaan yang masih mengidentifikasikan marketing dengan kegiatan menjual, atau agresif beriklan. Mereka mengira bahwa dengan agresif beriklan dan berpromosi, maka perusahaan akan berhasil. Dan yang memasarkan produk industri atau big ticket consumer goods, menyangka bahwa adanya pasukan salesman yang tangguh sudah merupakan jaminan sukses.
Tetapi disamping itu, ada pula yang sudah sedikit lebih maju. Mereka ini berpendapat asal semua unsur dari marketing mix diperhatikan dan dijalankan dengan baik, maka bereslah semua.
Benarkah marketing demikian sederhana? Sebab kalau memang demikian mudah, maka sebagian besar atau bahkan semua perusahaan akan sukses.
Pada dasarnya ada 3 faktor kunci yang menentukan tingkat keberhasilan perusahaan. Ketiga faktor ini masing masing ialah timing, sumber daya keuangan dan tentu saja marketing yang baik. Khususnya dalam menghadapi peluang maupun ancaman. Ketiga faktor utama inilah yang akan dibahas dalam artikel penulis kali ini.
Timing
Dalam marketing, umumnya yang melakukan gigitan pertama akan paling berhasil. Baik gigitan pertama yang dilakukan karena kehebatan perusahaan itu sendiri, maupun karena lebih disebabkan faktor nasib.
Apple Computer merupakan pelopor bisnis personal computer. Karena itu hingga kini Apple masih tetap unggul dalam bisnis ini bersama IBM – PC yang nomor satu, sedang Apple menduduki posisi kedua. Dan ini lebih disebabkan karena IBM memang perusahaan raksasa dibandingkan Apple. Lalu di Indonesia, majalah Tempo merupakan majalah berita yang pertama ( karena Expres dicabut izinnya ).
Tetapi bisa juga faktor timing tadi lebih disebabkan karena faktor nasib, seperti halnya posisi Unilever di Indonesia. Sebagai negara bekas jajahan Belanda, maka tentu logis pula kalau Unilever yang merupakan perusahaan Belanda – Inggris, lebih dahulu berada di Indonesia. Itulah sebabnya mengapa Colgate – Palmolive maupun Procter & Gamble yang masuk belakangan, juga tidak banyak berkutik. Padahal di Amerika justru P & G yang terbesar di antara ketiganya, lalu disusul oleh Colgate – Palmolive, dan baru oleh Lever Brothers / Unilever Amerika.







