Keraguan Menawarkan Produk Mahal

Menjual memang bukanlah pekerjaan yang terlalu mudah, namun sebenarnya juga bukan pekerjaan yang terlalu sulit. Sebagai seorang wiraniaga atau salesman, ia harus bias melakukan pekerjaan ini. Karena berkembang tidaknya suatu usaha sering ditentukan oleh pasukan terdepan ini.

Demikian pentingnyua salesman bagi suatu perusahaan . Tak heranlah kalau setiap perusahaan sering berlomba-lomba menawqarkan gaji dan fasilitas yang sangat menarik untuk bias mempertahankan , dan bahkan mungkin malah membajak salesman dari perusahaan lain. Yang penting bagaimana suatu perusahaan bias memiliki salesman yang terbaik, yang akan menghasilkan order untuk perusahaan. Karena yang ‘bertelur emas’ adalah salesman.

Besarnya peranan yang dimiliki oleh salesman terkadang membuat salesman menjadi ‘besar kepala’. Ia dengan sesuka hatinya berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Yang penting abginya adalah gaji dan fasilitas yang lebih baik dari bekerja di perusahaan sebelumnya. Kalau bukan karena alas an gaji dan fasilitas, mungkin juga dengan alas an prospek yang lebih menjanjikan. Untuk itulah ia pindah ke perusahaan lain.

Walaupun terkadang sangat menyakitkan bagi perusahaan yang ditinggal oleh salesman kesayangannya, namun itu sudah menjadi resiko bagi perusahaan yang ditinggalkannya. Setiap orang berhak untuk mencari dan memilih pekerjaan sesuai dengan yang diharapkannya. Dan kalau memang dianggap lebih baik pindah, kenapa tidak dialkukan. Untuk menghindari hal-hal seperti ini sebenarnya setiap perusahaan harus sudah bias mengantisipasi dengan kondisi yang terjelek sekalipun.

Kalau tidak ingin kehilangan salesman terbaiknya, ya harus pintar-pintar mempertahankan. Tidak cukup hanya dengan memberi gaji dan fasilitas menariuk. Perusahaan juga harus mengenal secara pribadi salesman yang bekerja di perusahaannya. Kalau perlu dengan membuat semacam ikatan agar salesman tetap bertahan di perusahaannya.
Untuk mempertahankan salesman kadang gampang-gampang sulit. Diperlakukan terlalu keras ia akan pergi, tetapi sebaliknya, kalau terlalu longgar ia akan semaunya sendiri. Menghadapi hal seperti ini kita harus tau benar apa yang diharapkan oleh salesman tersebut. Apakah dalam rencana karir ia hanya menginginkan penghasilan besar saja tanpa memikirkan karir. Ataukah ia lebih mementingkan karirnya daripada uang yang ia peroleh, dan mungkin juga ia tipe salesman yang menginginkan keduanya, karir dan uang.

Kalau memang memungkinkan, apa salahnya kalau dipenuhi. Yang terpenting apa yang kita harapkan bias dipenuhi oleh salesman tersebut. Kerjasama antara perusahaan dan salesman dapat berjalan dengan baik. Salesman dapat memperoleh apa yang diinginkan, sebaliknya perusahaan dapat berkembeng pesat dengan adanya para salesman terbaik yang mempunyai ddedikasi yang tinggi.

Sering Ragu-ragu

Bagi salesman yang berpengalaman, memasarkan produk yang bagaimanapun dan produk apapun sebenarnya tidak menjadi amsalah. Ia akan dengan cepat menyesuaikan diri dengan produk yang ditangani. Kalau ia sudah mengetahui dan memahami produk yang dijual, baru ia menentukan kepada siapa ia harus menjual produk tersebut. Kalau sudah begini biasanya tidak akan ada masalah lagi, order pun diperoleh perusahaan melalui salesman terbaiknya.

Walaupun kelihatannya demikian mudah, tetapi sebenarnya tidak juga demikian. Bagi salesman yang kurang berpengalaman ,jangankan untuk bisa menutup order, untuk bisa menawarkan pun sering mengalami kesulitan. Dan yang lebih fatal lagi, salesman yang kurang berpengalaman sering ragu-ragu untuk menentukan produk mana yang akan ditawarkan lebih dahulu. Apakah produk yang harganya palingmurah atau produk yang harganya paling mahal. Sering salesman tidak berani menawarkan produk yang harganya mahal, takut dicela atau tidak laku. Kalau ini dilakukanya, belum tentu konsumen mengeluh, atau tidak membeli.

Padahal kalau ini dilakukan ada kemungkinan ia bisa menutup order dengan nilai yang cukup tinggi. Dan tentu saja komisi yang diperoleh juga akan cukup besar. Kalau kebetulan konsumen tidak memiliki uang dengan harga yang paling mahal, bias ditawarkan dengan harga yang lebih murah. Kalau dengan harga yang ditawarkan masih belum terjangkau juga, baru ditawarkan produk yang harganya relative rendah. Dengan demikian kemungkinan untuk memperoleh order juga semakin besar.

Salesman yang berpengalaman lebih memahami , bahwqa menawarkan produk yang harganya lebih mahal lebih menguntungkan dibandingkan dengan produk yang harganya rendah. Dengan menjual produk yang mahal , omsetnya akan cepat tinggi. Target penjualan juga akan cepat terkejar. Dan yang lebih penting lagi komisi yang diperoleh juga akan semakin besar, karena semakin tinggi omset penjualan akan semakin besar rupiah yang akan diterima.

Karena apa yang diperoleh ini didasarkan atas omset yang berhasil diperoleh, maka salesman berusaha bekerja sampai larut malam hanya untuk menunggu atau menepati janji dengan customernya. Mereka bekerja tak kenal waktu dan tak kenal lelah.

Kondisi seperti inilah yang membuat salesman memperoleh penghasilan tinggi. Tak heran kalau sering kita lihat iklan di surat kabar, ada perusahaan yang mencari salesman dengan tawaran penghasilan sampai jutaan rupiah. Dan ini memang tidak berlebihan, asal salesman tersebut mampu memenuhi target yang diberikan oleh perusahaan, yang biasanya jumlahnya cukup besar.

Walaupun dengan iming-iming gaji yang besar dan setiap hari hamper selalu ada perusahaan yang membutuhkan tenaga salesman, namun tenaga yang hanya untuk bidang ini masih sulut ditemukan. Orang yang berminat dalam dalam bidang ini juga tidak terlalu banyak. Kalaupun ada biasanya itu adalah orang yang sulit untuk memperoleh pekerjaan apapun. Yang bercita-cita bekerja dibidang ini rasanya masih bias dihitung dengan jari.

Kesadaran masyarakat untuk memulai karirnya dalam bidang pemasaran tampaknya masih sedikit. Padahal bidang ini menjanjikan masa depan yang sangat cerah. Tidah kalah menariknya dibandingkan dengan bidang lain. Setiap perusahaan membutuhkan tenaga pemasaran. Karena memang yang ‘bertelur emas’ adalah bagian pemasaran. Apalah arti kantor yang megah, dengan produk yang bermutu tinggi, kalau bagian pemasarannya lemah. Tentu perusahaan ini tidak akan berkembang dengan pesat.

Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Comments

No comments yet.

Leave a comment

(required)

(required)