Sell Yourself !

Sell yourself, before you sell your product! “Juallah diri Anda” dahulu, sebelum menjual produk Anda. Begitulah anjuran yang sering diberikan dalam berbagai training tentang salesmanship

Prinsip itu memang benar sekali . Bahkan mungkin perlu ditafsirkan secara lebih luas, termasuk di luar bidang menjual produk perusahaan Anda. Sebagai salesman kita harus bisa ‘menjual diri’ untuk berbagai keperluan pribadi, Misalnya, untuk bisa mendapatkan pekerjaan melalui interview. Atau bisa juga untuk mendapatkan promosi jabatan.

Tetapi kenyataannya banyak orang Timur yang selalu sungkan untuk melakukannya. Mereka menganggap bahwa berusaha ‘menjual diri’ untuk suatu jabatan dalam rangka promosi, terlalu tabu. Padahal usaha yang lebih agresif tersebut justru penting sekali. Di negara kita istilah mencalonkan diri menjadi presiden , atau ketua umum organisasi, memang belum lazim. Namun di desa justru orang lazim mencalonkan dirinya, mengapa salesman tidak boleh?

Mulai dari melamar suatu pekerjaan kita sudah harus menjual diri agar bisa diterima. Dan usaha ini sudah harus dimulai dari surat lamaran. Dalam melamar pekerjaan, surat lamaran bukan saja harus diketik secara rapi ( kecuali memang diminta ditulus tangan ), melainkan riwayat pekerjaan pun harus disusun secara meyakinkan. Edisi-edisi awal KARIR sudah sering membahas masalah ini.

Setelah itu persiapan diri untuk menghadapi interview. Pelajarilah dengan baik, segala sesuatu tentang perusahaan yang akan kita lamar. Dan tentu jangan lupa utuk menjaga penampilan, mulai dari rambut, pakaian, sepatu dan sebagainya.

Lalu dalam interview sebaiknya kita bersikap sedikit agresif. Jangan menjawab pertanyaan dengan YA atau TIDAK saja, melainkan barilah sedikit keterangan tambahan agar lebih meyakinkan. Tetapi jangan pula bersikap TERLALU agresif, sehingga malah menjadi boomerang.

Kalau ditanya tentang pengalaman kerja, uraikan secara agak mendalam prestasi kongkrit Anda. Misalnya apakah Anda berhasil meningkatkan omzet sekitar 40% berkat strategi yang unik. Atau karena berhasil mengusutkan suatu program penghematan biaya perjalanan. Namun jangan terlalu berlebihan, sehingga berbau ‘membual’, atau terlalu tidak masuk akal.

Lalu setelah diterima pun, kita harus tetap ‘menjual diri’ agar bisa secepatnya dipromosikan.

Banyak yang kurang sadar bahwa kegiatan diluar menjual, sebenarnya merupakan peluang emas untuk ‘menjual diri’. Dengan membuat laporan secara baik, atasan akan menilai bahwa kita paling tidak punya bibit ‘conceptual skill’ dan berkemampuan berkomunikasi secara tertulis. Aktif berpartisipasi dalam rapat atau sales meeting, juga merupakan kegiatan yang bagus. Disini kita bisa buktikan bahwa kita punya inisiatif, atau cukup kritis dan logis cara berpikirnya.

Jika mendapat tugas ekstra, entah menjadi MC atau ketua panitia, atau bahkan disuruh memberikan presentation, jalankan tugas ini dengan sebaik mungkin. Keberhasilan memimpin panitia merupakan indikasi kemampuan manajerial. Sedang presentation menguji kemampuan komunikasi kita, khususnya dalam public speaking.

Kemudian jangan lupa untuk ‘lobbying’ kalau suatu saat jelas akan ada lowongan untuk promosi. Dengan memilih timing yang tepat, kita mungkin bisa berkata pada atasan, “ Saya dengar perusahaan akan buka di Solo. Siapa kira-kira yang akan jadi supervisor?” Dengan berkata demikian saja, atasan biasanya sudah tahu bahwa kita punya aspirasi kesana. Dan bila responnya positif lakukan ‘close’ dengan cepat!

Orang yang mau maju umumnya harus lebih agresif. Kalau kita kurang agresif, maka orang lain yang akan menyodok duluan. Sell yourself, and keep on selling yourself!

Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Comments

No comments yet.

Leave a comment

(required)

(required)