Strategi Membenahi Perusahaan Merugi
Banyak orang yang langsung menganngap bahwa omzet rendah, merupakan biang keladi perusahaan yang merugi. Padahal keadaannya tidak selalu demikian
Sebagai seorang manajer yang baik kita harus mulai dengan menganalisa keadaan yang dihadapi, baik keadaan intern maupun ekstern perusahaan. Karena bisa saja sepintas lalu pokok permasalahannya ialah omzet, padahal pangkal permasalahannya ialah di mutu produksi. Atau karena perusahaan tergolong perusahaan yang ‘biaya tinggi’ alias kurang efisien, sehingga harga jualnya menjadi terlalu tinggi
Itulah sebabnya presentasi ini akan dibagi menjadi 3 bagian, dengan bab pertama membahas masalah analisa tersebut diatas. Secara lengkap ketiga bab yang dimaksud terdiri dari :
I. ANALISA POKOK PERMASALAHAN
II. BEBERAPA ALTERNATIF STRATEGI
III. PENGAMBILAN KEPUTUSAN FINAL
Ketiga bab itulah yang kini akan dibahas secara terinci , satu demi satu.
I. ANALISA POKOK PERMASALAHAN
Karena manajemen bukan merupakan ilmu eksakta, maka tentu ada banyak cara untuk melakukan analisa guna mencari pokok permasalahannya yang menyebabkan perusahaan terus merugi. Tetapi salah satu cara atau checklist berikut ini bisa banyak membantu. Checklist ini dibagi dalam 3 bagian besar, yaitu :
1. Bagian Marketing
2. Bagian Finance
3. Bagian Production (Atau Operations,untuk jasa)
1. BAGIAN MARKETING
Apabila sales terlalu kecil atau turun terus, maka ada baiknya kita analisa ke -7 poin berikut :
4. produk/jasa kita sudah kurang memenuhi NEEDS & WANTS sebagian besar konsumen. Misalnya kalau perusahaan dijaman sekarang dalam era cream dan lotion ini, masih menjual pomade.
5. Salah atau tidak jelas positioning. ( Tidak jelas/salah dalam memilih target market.
6. Harganya terlalu tinggi/kredit terlalu ketat/discount terlalu kecil. Atau bisa juga, karena harganya terlalu rendah. Kalau harganya terlalu rendah, maka imagenya juga bisa negative, disamping tidak adanya biaya cukup untuk melakukan kegiatan marketing.
7. Pendistribusian kurang baik, atau kurang mendapatkan ‘PUSH’ dari retailer ( ‘PUSH’ khususnya dibutuhkan untuk big-ticket-item)
8. Sebenarnya perlu advertising & Promotion, tapi tidak dilakukan. Bisa juga karena kurang atau salah strategi.
9. Sales force yang jumlahnya terlalu sedikit, atau kurang dalam hal kemampuan & kemauannya.
10. Persaingan sudah terlalu ‘overcrowded’ / terlalu over-supply.
Itulah ke-7 point yang meliputi keadaan intern. Maupun extern perusahaan, yang patut dianalisa dulu.
2. BAGIAN FINANCE
Sepanjang menyangkut finance, ada 3 hal yang patut dianalisa. Ketiga point tersebut ialah:
1. Overhead cost yang terlalu tinggi
2. Terlalu ‘highly leveraged’ (perusahaan terlalu tinggi hutangnya pada bank, sehingga biaya bunga terlalu tinggi.)
3. Assets Management, khususnya piutang dagang dan persediaan yang terlalu jelek. Kalau ini tidak terkendali maka modal perusahaan yang mati disini juga akan terlalu tinggi, sehingga ROE/Return-On-Equity juga akan rendah.
3. BAGIAN PRODUCTION/OPERATIONS
Selanjutnya di bagian proguksi atau operation untuk jasa, ada 3 point yang patut dianalisa :
1. Mutu produk atau jasa dari perusahaan terlalu jauh di bawah standar
2. Pabrik yang kurang efisien, sehingga Haga Pokok Penjualan menjadi terlalu tinggi.
3. Penyerahan atau service yang kurang memadai.
Itulah total ke-13 point yang harus kita analisa untuk membenahi perusahaan yang merugi terus. Ada 7 point yang termasuk marketing,3 untuk finance dan 3 termasuk production / operations.
II. BEBERAPA ALTERNATIF STRATEGI
Untuk setiap pokok permasalahan dari ke-13 poin tersebut sebelum ini, tentu dibutuhkan pemecahan yang berbbeda. Bahkan bisa saja untuk satu pokok permasalahan, terbuka kemungkinan beberapa alternative pemecahan.
Dari ke-13 pokok permasalahan tadi ada yang pemecahannya terlalu jelas/logis sehingga oleh karenanya tidak perlu dibahas dalam handout ini. Seperti misalnya, harga yang terlalu rendah tentu harus dinaikkan, jumlah sales force terlalu minim tentu harus ditambah, dan seterusnya.
Karena itu berikut ini akan dibahas beberapa alternative strategi pemecahan hanya untuk pokok permasalahan yang lebih kompleks :
* Tidak jelas / salah positioning
Alternatif 1 : Repositioning seperti misalnya yang dulu dilakukan
oleh rokok Marboro
Alternatif 2 : Launch produk / merk baru.
Faktor ini dipertimbangkan :
• Market Segment Size, agar jangan sampai terlalu kecil.
• Competition di segment tersebut. Jangan sampai terlalu overcrowded atau sudah didominasi secara kokoh oleh 2-3 merk.
• Kekuatan/kecocokan produk untuk segment tersebut.
• Jangan sampai timbul ‘cannibalization’ terhadap produk kita yang lain.
* Masalah Advertising & Promotion
Carilah pokok permasalahannya secara spesifik/ konkrit. Apakah itu lebih terletak di bidang :
? Strategi / positioningnya ( Tidak dibahas / sama dengan uraian sebelum ini ).
? Eksekusi kreatifnya
? Media selection
? Atau di budget yang terlalu minim ( harus ditambah).
Dalam hal eksekusi kreatif beberapa point ini diperhatikan :
• Single-minded dan konsisten, antara strategi dan ide kreatif
• Brandname exposure yang kuat
• Memenuhi syarat ‘selectivity’ (iklan tersebut harus bisa ‘menyeleksi’ secara cepat target audience/market dari audience pada umumnya).
Sedang dalam hal media selection perusahaan harus memperhatikan:
• Kecocokan media audience dengan target market.
• Reach/jangkauan
• Cost/CPM
• Competitive environment di media tersebut agar produk kita jangan sampai ‘tenggelam’
• Keseimbangan antara reach/frequency/continuity/impact
• Kecocokan antara ide kreatif dengan sifat / kekuatan media yang bersangkutan.
* Terlalu Crowded/over-supply
Alternatif 1 : Cari produk / jasa baru yang pasarnya tidak
overcrowded.
Alternatif 2 : Diversifikasi ke bisnis lain
Kalau keadaannya memang sudah terlalu parah, maka perusahaan patut dipertimbangkan kemungkinan untuk berdiversifikasi. Sebab kalau industri/bisnisnya sudah terlalu rusak, manager yang paling brilyan atau strategi yang bagaimanapun juga, tidak bisa banyak membantu.
* Permasalahan di bidang finance
(Entah menyangkut overhead cost yang kelewat tinggi, terlalu highly leveraged, atas assets management yang jelek). Dalam keadaan demikian perusahaan perusahaan harus meningkatkan efisiensi, sebagaimana akan dibahas dalam halaman-halaman berikut.
* Overhead cost terlalu tinggi
Carilah komponen ongkos yang besar dan hematlah di sector ini. Atau dipertimbangkan kemungkinan untuk menjadikannya suatu variebel cost.
* Terlalu highly leveraged
1. Carilah bank lain / pemerintah
2. Menjual sebagian assets/mobil dll, untuk membayar sebagian hutang
3. Carilah seorang partner baru/silent partner
4. Menjual saham melalui OTC-Stock-Market yang kini sedang dirintis oleh pemerintah.
* Piutang dagang & persediaan terlalu tinggi
Untuk masalah piutang dagang beberapa alternative strategi ini bisa dipertimbangkan :
1. Mengaitkan kompensasi salesman dengan hasil tagiham (an bukan omzet).
2. ‘Punishment & Reward System’ terhadap langganan.
3. Dan untuk consumer goods yang dijual lewat retailer, edngan melakukan periklanan/lebih menggiatkannya.
Sedang untuk masalah persediaan juga ada beberapa alternative berikut :
1. Dengan memakai sistem konfirmasi yang lebih baik/computer
2. Proses produksi/cara kerja yang lebih cepat.
3. Menghentikan produksi untuk produk-produk yang terlalu pelan penjualannya.
4. Logistik pengiriman lebih cepat.
III. PENGAMBILAN KEPUTUSAN FINAL
Seorang manager bisa saja menyimpulkan bahwa biang keladi meruginya perusahaan ternyata cukup banyak. Atau dengan lain perkataan, ada beberapa sebab dari ke-13 pokok permasalahan yang sudah dibahas dimuka. Dalam keadaan demikian maka perusahaan tentu harus melakukan cukup banyak tindakan pula.
Dan bisa juga untuk satu pokok permasalahan ternyata ada beberapa alternative strategi perbaikan.
Kalau situasinya demikian maka sangat dianjurkan agar perusahaan tidak mengambil terlalu banyak langkah perbaikan sekaligus. Pakailah prinsip skala prioritas. Problem mana yang urgen untuk segera diatasi itulah yang hendaknya juga didahulukan. Umumnya perusahaan sebaiknya hanya membatasi diri untuk melakukan 2-5 langkah perbaikan strategis saja. Agar jangan sampai terjerumus dalam kesalahan ‘spreading too thinly’.
Dan untuk memutuskan 2-5 langkah strategis tadi, ada baiknya faktor-faktor berikut dipertimbangkan :
• Dampak / efektivitas dalam perbaikan kesehatan perusahaan.
• Biaya (kalau bisa, yang tidak terlalu mahal)
• Kekuatan/kompetensi perusahaan 9sikonnya)
• Keadaan pasar dan persaingan
Itulah kesemuanya intisari strategi membenahi perusahaan yang merugi !
Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.


Comments
No comments yet.
Leave a comment